Rabu, 12 Desember 2012

Sekolah Harus Berfikir Terbuka Tentang Teknologi

Dunia sekolah, dimana menjadi basis awal dari kemajuan nasional. Dimana kehidupan seseorang, berawal dari sekolahnya. Jika sekolahnya baik, maka bisa dipastikan hidupnya di masa depan akan baik juga. Dunia sekolah, yang seharusnya mengajarkan peserta didik untuk berfikir terbuka, namun nyatanya ....... ah sudahlah lupakan.
Terkadang saya bertanya tentang pola pendidikan di Indonesia. Saya sebagai orang baru di dunia pendidikan (ini tahun ketiga saya mengajar), seringkali saya merasa heran dengan pola pikir pemerintah. Saat pemerintah menggalakan IGOS (Indonesia Go Open Source), kelihatannya sih gaungnya kemana-mana. Tetapi apa nyatanya, sekarang IGOS sudah tidak terasa. Bahkan, pemerintah malah menyelenggarakan kerja sama dengan  vendor tertentu.
Saya tahu, apa yang dimaksudkan oleh pemerintah itu baik. Tetapi yang membuat saya kurang setuju, jika dunia pendidikan terlalu memihak ke salah satu pihak, nanti akan menimbulkan kecemburuan sosial. IGOS yang digembar-gemborkan, sangat bertentangan sekali dengan MoU pemerintah dengan Microsoft
Terkait dengan kurikulum, terkadang juga hati saya sering memberontak. Hati saya seringkali merasa tidak tega karena saya merasa telah mendoktrin anak tentang masalah teknologi. Saya terlalu khawatir, misalnya saya mendoktrin kalau sistem operasi itu Windows, saya khawatir siswa sampai tua akan tetap memakai Windows. Tidaklah menjadi masalah bagi saya, jika siswa mau memakai sistem operasi apapun. Saya hanya takut siswa akan menjadi fanatik dengan sistem operasi tersebut (Windows -red).
Artikel ini, hanya mengajak kepada semua pembaca untuk berfikir tentang teknologi.  Mungkin ada yang mengatakan saya itu fanatik dengan Linux, itu tidak benar karena saya juga memakai Windows. Memakai sistem operasi bukanlah bagaimana Windows dan Linux, tetapi bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari..

Tidak ada komentar: